Nihaooooo!!!
Pagi-pagi sekali kami serombongan
sudah bersiap untuk mengikuti tour. Suhu
udara yang semakin dingin karena mendekati Natal (gak ada hubungannya sih, tapi
emang katanya semakin mendekati Natal, di Taiwan akan semakin dingin), tak
menyurutkan niat kami untuk menikmati perjalanan hari ini. Walaupun masih agak
lelah dan ngantuk karena semalam pulang cukup larut, sampai-sampai perjalanan
ke EDA Theme Park selama kurang lebih satu jam saya sukses tertidur di dalam
bis. Satu jam kemudian kami sampai di EDA Theme Park, sebuah amusement park atau taman hiburan di
kota Kaohsiung (macem Dufan-lah di Jakarta).
Cukup lama kami berada di tempat
permainan ini dari pukul 10 pagi sampai 2 siang. Seharusnya cukup banyak
permainan yang bisa saya nikmati, tapi...... seiring berjalannya usia saya baru
sadar kalau saya semakin tua dan semakin mudah takut mencoba wahana-wahana
hahahaha *ngeles*. Desain dan style EDA Theme Park ini unik dan warna-warni
banget. Ada banyak bangunan yang di desain dengan castle-castle dan juga salju-salju lucu *ngomong apa sih*, ya
gitulah intinya bagus hahaha.
Wahana pertama yang kami coba
adalah roller coaster dengan di
tengah-tengah air terjun. Sebelum mencoba wahana ini, kami harus beli semacam
jas plastik dulu karena dijamin basah kuyup *udah pakai jas aja masih basah*.
Dan wahana ini cukup membuat saya histeris karena pas jatuh 180 derajat, kaki
saya sampai ke angkat dari pijakan, mungkin kalau gak pakai sabuk udah jatuh
kali. Tapi amsa baru wahana pertama saya sudah nyerah. Akhirnya wahana kedua
saya mencoba Pirates ship kalau di
Dufan macem kora-kora yang perahu itu. Nah! Baru di wahana ini saya kejer
teriak dan nangis. Gak kuaaaattt!!!! Langsung saja saya silangkan tangan minta
diturunin hahaha yang lain ketawa ngeliat saya nangis :”(
Setelah wahana ini sempet ngambek
dan gak mau naik macem-macem lagi, tapi sayang dong udah sampai sini. Akhirnya wahana
ketiga kami naik wahana yang aman-aman saja yaitu perang air. Oh ya, disini
kami juga kedatengan 1 teman baru namanya Mr Andrea dari Italia, saya ajak aja
bareng abis kasian sih dia sendirian banget dari kemarin. Habis perang air,
selanjutnya mereka (karena saya gak ikutan), naik banyak banget wahana kayak
ontang anting, cangkir-cangkiran, wahana naik turun gitu, pokoknya yang saya
ngeliatnya aja pusing. Saya baru berani main wahana lagi yaitu Taiwan Formossa.
Ini wahana terkeren, karena kita diajak terbang mengelilingi Taiwan dan menyaksikan
keindahan alamnya. Saya merasa seperti burung dan bebas sekali, favorit deh! Setelah
dari Taiwan formossa, kami naik kereta gantung untuk berpindah ke gedung
berikutnya, dan permainan penutup adalah nonton film 4 dimensi.
EDA Theme Amusement Park
Puas menantang adrenalin dan
teriak-teriak sampai suara habis, perjalanan berikutnya kami dibawa ke Cijin
Island. Sebuah daerah pesisir pantai yang terkenal dengan jajanan seafood murah meriahnya di Kaohsing. Cuma
sekitar 10 menit berfoto-foto di pantainya, karena memang ombak sedang pasang. Setelah
itu, kami diajak jalan cukup jauh sekitar 10 km dengan rute mendaki menelusuri
hutan gunung, tapi lagi-lagi itu tidak sia-sia dengan pemandangan Kaohsiung harbor yang kami dapatkan. Lagi-lagi
dapat menikmati keindahan kota Kaohsiung di senja hari, terlihat juga Former
British Consulate yang kami datangi kemarin. Setelah itu kembali berjalan lagi sekitar
5 km masih menyusuri hutan namun sudah tidak mendaki, menuju Qihaou battery. Sebuah
bangunan bergaya China yang dibuat dari batu bata merah (hampir sama seperti
Former British Consulate), dan pemandangan disini Subhanallah jauuuuhhhhh lebih
indaaaaaahhhh!!!!!! Pemandangan full kota Kaohsiung lengkap dengan pantai dan
pesisirnya, hadeh.... kalau galau kesini dijamin ilang galaunya. Benar-benar
persis seperti lukisan di mata saya, tapi ini nyata. Gak bosen deh berlama-lama
disini. Oh ya, tadi diperjalanan kami juga sempat mengunjungi Kaohsiung White
House, ituloh kaya White House-nya Amerika atau Blue House-nya Korea hehehe..
Belum puas menikmati pemandangan
di Shadi Village tadi (Qihaou Battery), dengan terpaksa kami harus
meninggalkannya dan berjalan ke tempat selanjutnya. Agenda kali ini adalah
makan malam seafood lagi, tapi
sebelum sampai di restauran kami diharuskan berjalan lagi kurang lebih 10 km
lagi. Tapi yang kali ini, rutenya berbeda yaitu pasar ikan dan juga souvenir. Namun sayang, panitia tidak
memberikan banyak waktu untuk kami berbelanja disini. Padahal sepanjang jalan
mata kami sangat dimanjakan dengan berbagai barang khas Kaohsiung yang
murah-murah. Beberapa kelompok juga ada yang berhenti di kedai-kedai tertentu. Namun
kami, delegasi Indonesia, tidak mau terulang kejadian seperti kemarin, jadilah terus
berjalan mengikuti rombongan ke restauran. Tapi setelah tahu restaurannya
dimana, saya dan teman-teman menyempatkan waktu sekitar 15 menit untuk
berbelanja gantungan kunci dan pernak-pernik lucu lainnya. Dan sekembalinya ke
restauran, rombongan Hong Kong sudah siap menjamu kami untuk semeja lagi dengan
mereka. Sepertinya mereka begitu senang semeja dengan kami *yaiyalah kami gak
makan apa-apa yang ada babinya, jadi jatah makan mereka lebih banyak hahaha*.

Kaohsiung harbor, Qihaou battery, Shadi Village, Cijin Island
Puas dengan makan malam seafood hari itu, dan saya memang paling
suka dengan kepiting lada hitam yang disajikan restauran ini, rasanya pas dan
berani rasa, sungguh cuma ini makanan pertama yang saya benar-benar suka selama
di Kaohsiung. Acara tour malam itu ditutup dengan perjalanan ferry menikmati
Kaohsiung di malam hari. Tapi sayang cuma sekitar 10 menit dan kami sudah tiba
di Kaohsiung dekat hotel kami. Ini adalah agenda tour terakhir sekaligus momen
terakhir pertemuan kami semua peserta KIE 2014. Tapi tidak untuk delegasi
Indonesia, karena merasa belum puas mengaplikasikan budaya konsumtifnya, malam
itu juga kami semua delegasi Indonesia pergi ke Dream Mall *ituloh yang kemarin
kita naik kincir angin*, tapi bukan untuk naik kincir angin melainkan untuk
belanja lagiiiii. Tapi, yaa namanya di Mall harganya gak semurah di pasar. Jadilah
saya gak beli apa-apa disini. Saya cuma membeli dua kaos untuk Papah dan teman
saya, beberapa jajanan kahas Taiwan, dan gantungan kunci lagi untuk teman-teman
saya. Sementara Mamah dan Adik saya rencananya besok akan saya belikan tas dan
minyak wangi saja ketika transit di Hong Kong.
Pagi ini, kami semua rombongan
delegasi Indonesia sudah siap berangkat ke airport. Ini waktunya kami pulang ke
Indonesia, sedih sekali rasanya meninggalkan kota seafood ini *habis setia saat dijamunya seafood terus* hehee. Tapi sebelum benar-benar berangkat, saya
sempatkan dulu pagi-pagi sekali bangun dan berjalan-jalan menikmati Love River
dan komplek perumahan sekitaran hotel. Huuuh... bahkan ketika saya menuliskan
tulisan ini dan mengingat-ingat semuanya lagi, sungguh saya rindu suasana Kaohsiung!!!
Love River dan patung-patung lucu yang banyak ditemukan
di sepanjang jalan Kaohsiung
0 komentar:
Posting Komentar