Search

coba

Salam hujan-hujanan :D

Everyone has their own story about rain. Everyone has their own impression about rain. And everyone is free, for liking or disliking RAIN… ^^

Aku suka hujan. Bukan hanya suka, tapi kagum. Hujan adalah fenomena alam yang paling sempurna menurut ku. Ketika awan membawa jutaan partikel air, dan air itulah yang akan menyapa jutaan bahkan milyaran makhluk hidup di bumi.


Aku suka hujan. Suasana yang menyejukkan. Juga aroma khas, hasil ramuan tanah basah, rumput basah, dan semerbak angin, selalu memberi relaksasi tersendiri untukku. Hujan pembawa ribut di kala hening. Hujan pembuat orang “bengong”, dan ada yang mengatakan bahwa "di dalam hujan, ada lagu yang hanya bisa di dengar oleh mereka yang rindu".


Dan ketika hujan menyapaku, inilah yang kunanti. Menjadi “sang penari” hujan, bercengkrama dengan sahabat-sahabatku. Bukan hanya aku, payung-payung pun ikut menari bersama hujan. Tak mau ketinggalan, alas kaki di lepas dan telapak kaki pun ikut menari bersama hujan. Menurutku semua “menari” ketika hujan ada.


Atau… ketika “yang tua” melarangku untuk menyapa sahabat-sahabatku. Aku tetap menikmati mereka meskipun hanya dari atas tempat tidurku, memandang mereka dari balik jendelaku, dan ku lihat mereka memanggilku untuk perang air bersama mereka!


Rintik hujan itu, entah mengapa selalu punya cara untuk memanggil masa lalu. Banyak hal yang sudah aku lakukan bersama mereka. Ketika hujan menyapa, aku teringat saat latihan dance yang katanya agak "erotis", terjatuh saat main futsal, tertimpa bola saat main basket, atau bahkan menggelar konser tunggalku di tengah lapangan dengan kain pel. :D


Dan ketika mereka pergi, mereka selalu meninggalkan buah tangan berupa butiran-butiran mengagumkan pada setiap helai daun atau rerumputan. Butiran bening itu menandakan akan arti pentingnya, "setitik harapan bagi kehidupan". Terkadang pelangi muncul, seakan pertanda bahwa , “dalam setiap kesedihan, pasti akan ada kebahagiaan”.

Teruntuk orang orang terhebatku


“Kau membuat ku merasa hebat
Karena ketulusan cintamu...
Ku merasa teristimewa hanya
Karena cinta, kau beri padaku sepenuhnya
Buat ku selalu merasa berarti...”

Satu perputaran bumi sudah, menjadi penanda berakhirnya amanah. Tak melulu pelangi yang kami ukir adalah tentang suka, tak jarang ada terselip duka, tapi bukan kami namanya, jika tak bisa menyulap duka menjadi suka. Hingga tibalah kini kami, mengukir pelangi di langit sendiri, meninggalkan awan yang mencoba menutupi, dan hujan yang juga tak ingin tersaingi.  Bismillahirrahmanirrahim, inilah kami!



Riski Ariestyadi... aku mengenalnya cukup lama, tiga tahun berorganisasi, tiga tahun juga aku bersama sosok yang terkenal tegas, dingin, dan cuek ini. Yang ku tahu hampir semua argumennya pasti rasional, yang ku tahu semua yang dia bilang ya harus dituruti karena memang itu keadaan terbaiknya. Beberapa kali sempat terjadi selisih paham, karena wataknya yang cukup keras dan aku yang memang tidak begitu saja bisa menerima pahamnya, tapi seringkalinya justru aku yang dibuat berpikir ulang atas segala sikap menentang yang ku ambil. Meskipun begitu, Riski juga menjadi sahabat yang tau hampir semua tentang keadaanku, kerap kali dia memberiku semangat dan nasihat yang melegakan, dia juga penolong tiap kali aku kesulitan. He’s the best leader I’ve ever had.

Zihni Al Hazmi... sosok pria ‘woles’ yang terkenal dengan unik gaya bicara dan tindak tingkahnya. Setiap kali dia bicara, hampir bisa dijamin aku pasti tertawa, apalagi dengar kata “cucok”, “bagus”, dan tak ketinggalan “mantapppp”-nya! Haha... aku pasti akan merindukan itu sekarang. Zihni juga orang yang paling bisa mencairkan suasana di antara kita, di saat kita lagi ngebul dan butek di rapat, untung ada Zihni yang membuat rapat kita tambah ngebul dan butek hahaha. Meskipun begitu, aku melihat niat begitu tulus dari Bapak yang satu ini untuk terus ada untuk BEM FBS, hanya saja mereka kadang tak bisa menangkap ‘kodemu’, Pak haha... Anda jangan sombong ya, Pak, kalau nanti udah enggak seorganisasi lagi.

Almh. Zakiyyah Humairoh... darinya aku belajar banyak hal, tentang kesabaran, tentang komitmen, tentang ketabahan, tentang tentang dan semua selalu tentang kebaikan jika mengingat sosok wanita berkulit hitam manis ini. Benar, dia selalu bersemangat dalam tiap agenda kebaikan, menyebarkan semangat kebaikan juga untuk orang-orang di sekitarnya. Walaupun tidak sempat lama aku mengenalnya, tapi izin Allah untuk mengenalkanku lebih jauh soal taat kepada amanah dan sabar dari sosokmu, Zakiy. Masih teringat jelas ketika kita makan satu piring berdua di PKMF, aah.. semoga kelak kita bisa saling bercerita lagi di surga Allah ya.

Fatimah Cahyani... Imah, imeh, timeh, nimeh, haha banyak sekali  panggilannya. Dari Imah aku belajar banyak hal, lagi-lagi soal sabar. Mendengar kisah Imah siang hari itu di sekret BEM FBS, betapa aku merasa masih terlalu manja, padahal begitu banyak segala kenikmatan yang Allah berikan kepadaku. Sementara  di depanku, ketika itu ada sosok wanita tegar luar biasa. Imah tidak pernah menganggap hal susah seperti itu dalam hidupnya sebagai cobaan, dia berikan contoh kepada aku untuk tetap berjalan dengan senyum, sesulit apapun kehidupan yang harus dijalani. Darinya aku benar-benar belajar untuk tidak banyak mengeluh dan jalani saja, percaya Allah pasti akan menjaga dan tidak akan meninggalkan. Salut sama kamu, Meh :’)

Hesti Rahayuningtyas... aah, tidak tau lagi harus bercerita soal apa tentang wanita ini, saking banyaknya cerita bersama. She is my partner in crime, the one who can do many “alay” things with me... Mengenalnya juga sudah cukup lama, sejak awal masuk kuliah dan berorganisasi. Orang bilang dia Jawa, karena sikapnya yang lemah lembut, tapi aku tidak melihat ke-Jawa-an dari sosoknya sama sekali, karena dia kadang lebih alay dari aku haha. Hanya sama Sese inilah, aku bisa langsung beli pulsa untuk nelfon dia kalau lagi mau cerita. Banyak sekali agenda yang kebetulan kita selalu dipertemukan, teman sekelas, teman satu lingkaran, teman satu organisasi, teman satu kepanitiaan. Sampai banyak orang bilang kita mirip(?) mau gak yah aku dimiripin sama kamu? hahaha...

Hamidah... yang teringat ketika mendengar nama anak ini adalah, ide-ide segar dan gokilnya yang tak pernah berhenti mengalir dari seorang pekerja keras seperti Hamidah. Ya, Hamidah banyak mengajarkanku soal kerja keras dan bertahan di kehidupan Jakarta yang Subhanallah menantang adrenalin. Apa dah katamu? Kamu pernah mengganti nama facebook jadi “hamidah diamond”? “hamidah midah e e?” karena katanya namamu terlalu pendek cuma “hamidah”. Tuh cuma Hamidah yang kepikiran nama kaya gitu. Walaupun lebih banyak bercandanya, aku salut dengan Hamidah yang tetap bisa menempatkan diri dan menyesuaikan diri dengan situasinya. Midah, jalan-jalan ke Korea yuk?! Fighting!

Milka Anggun... Anggun persis seperti namanya. Pertama kali tau dia sebagai Srikandi FBS ketika MPA, dan langsung bisa menebak dia adalah sosok-sosok wanita perfeksionis kelahiran Januari, bener kan? Walaupun beberapa kali dia mencoba alay karena aku dengan menjadi co-founder geng Cantik-Cantik-Lupa (CCL) kita, tapi dia masih belum bisa melampaui kealayan aku, belajar lagi ya, Dek haha! Milka sosok wanita yang selalu semangat dalam menebar kebaikan, dan secara tidak langsung dia menstransfer semangatnya sendiri kepada orang lain agar lebih bersemangat juga. Melihat dia berbicara saja, aku sudah semangat. Semoga menjadi pemberat amal kebaikan teman aku yang satu ini di akhirat nanti, aamiin...

Ridha Ahsani... orang bilang alaynya dia hampir menyamai aku, masasih? Tapi ada benarnya juga, kalau sudah sama Ridha, aku bisa bebas menceritakan apapun dan tak jarang tertawa sampai perut kram karena tingkahnya. Banyak yang bilang, kalau sudah Erricha dan Ridha bertemu, hal ter-absurd sekalipun mungkin bisa terjadi. Keakraban kami mungkin muncul karena ada beberapa kesamaan yang kita sukai, suka naik gunung, suka minum nutrisari gak pakai susu, suka makan ayam penyet, bahkan suka sama dia juga ya, Rid? Haha... Ridha selalu bersemangat dalam tiap perkataan dan perbuatannya. Dia benar-benar contoh nyata seorang pemegang komitmen sejati dan seringkali bisa mencairkan suasana di BEM FBS. Kerudung biru, asik nih hihi...

Lia Amalia Labibah... orang pertama yang bekerja bareng aku di BEM FBS, ingat kan ketika kita harus bekerja sama di HPD penyambutan para pendaki? Lia adalah ibu peri menurut aku, dia begitu baik, sabar, dan senang memotivasi. Dia juga yang selalu memberikan ketenangan di saat-saat kami panik. Meskipun di tengah-tengah kepengurusan Lia harus berhenti nge-BEM untuk melanjutkan studi ke Jepang, tapi aku yakin, Lia tidak pernah segampang itu melepas amanah ini. Pasti ada hal-hal lain yang mungkin lebih harus diperjuangkan, dan dia sudah melewati masa-masa sulit penuh pertimbangan untuk sebuah keputusan itu. Aku yakin, sampai kapanpun Lia masih tetap peduli dengan kami, walaupun kini jauh berada di negeri orang, ya kan Senpai?

Ade Pratama... Ni orang yang paling inget waktu aku ulang tahun, yang ngucapin pertama gitu pas tengah malam, lagi begadang ya, De? Hehe... Ade, dengan segala kesibukannya tapi dia masih selalu menyempatkan waktunya untuk BEM FBS. Kerap kali dia merasa belum memberikan yang terbaik untuk BEM FBS, tapi menurut aku, Ade berkontribusi untuk BEM dengan caranya sendiri. Ade juga sosok yang selalu mengapresiasi sekecil apapun hal yang telah dilakukan oleh teman-temannya. Itulah sebetulnya yang membuat sosok pria tidak kurus ini begitu istimewa di jajaran BPH kami. He really has his own style, and we all, do love his style! Jangan pernah merasa kamu hanya menjadi duri di BEM ya, De, karena kamu aja daging semua kan hahaha

Tirto Dwi Darmawan... Tirto kuciiiinngggg!! Tirto cicaaaakk!!! Tirto kecoa terbang!!!! Wahahaa.. dibalik badannya yang besar dan kekar seperti satpam, dan gaya hidup militan plus pejuang aksi di jalan, ternyata orang ini bisa dengan gampang ngacir kalau udah liat.... kucing! Untung aja ya, To, polisi pas lo aksi bawanya anjing bukan kucing haha.. Tirto kerap kali menjadi teman curhat aku ketika bercerita seputar perkuliahan ataupun internal BEM. Kadang aku dan Tirto merasa memiliki nasib yang sama, sih. Dari dia, aku belajar banyak tentang arti kesederhanaan dan komitmen untuk terus bermanfaat tanpa pandang lelah.  Lulus bareng ye, To, biar bisa curhat di Line lagi ahaha...




Dan merekalah, beberapa manusia-manusia hebat dibalik semua kinerja dan pencapaian BEM FBS di tahun 2014 ini. Aku katakan beberapa, karena memang dibalik kami semua, masih ada berpuluh-puluh lainnya yang siap menjadi garda terdepan untuk bermanfaat di fakultas. Mereka semua saling bantu dan bahu untuk menjadi pelayan terbaik bagi mahasiswa di fakultas merah muda ini. Dari mereka aku sungguh belajar banyak hal yang tidak pernah kutemukan sebelumnya. Terimakasih untuk menjadi teman belajar bersama yang begitu mengesankan. Terimakasih telah sama-sama mengukir pelangi penuh makna di tahun dua ribu empat belasku. Semoga persahabatan kita dijadikanNya kekal selamanya, agar kelak kita bisa bersama berbincang bersama di taman surgaNya. Aamiin ya Robbal alaamiin...

0 komentar:

Posting Komentar

 

Visitors