“Kau membuat ku merasa hebat
Karena ketulusan cintamu...
Ku merasa teristimewa hanya
Karena cinta, kau beri padaku sepenuhnya
Buat ku selalu merasa berarti...”
Satu perputaran bumi sudah,
menjadi penanda berakhirnya amanah. Tak melulu pelangi yang kami ukir adalah
tentang suka, tak jarang ada terselip duka, tapi bukan kami namanya, jika tak
bisa menyulap duka menjadi suka. Hingga tibalah kini kami, mengukir pelangi di
langit sendiri, meninggalkan awan yang mencoba menutupi, dan hujan yang juga tak
ingin tersaingi. Bismillahirrahmanirrahim, inilah kami!
Riski Ariestyadi... aku mengenalnya cukup lama, tiga tahun
berorganisasi, tiga tahun juga aku bersama sosok yang terkenal tegas, dingin,
dan cuek ini. Yang ku tahu hampir semua argumennya pasti rasional, yang ku tahu
semua yang dia bilang ya harus dituruti karena memang itu keadaan terbaiknya.
Beberapa kali sempat terjadi selisih paham, karena wataknya yang cukup keras
dan aku yang memang tidak begitu saja bisa menerima pahamnya, tapi
seringkalinya justru aku yang dibuat berpikir ulang atas segala sikap menentang
yang ku ambil. Meskipun begitu, Riski juga menjadi sahabat yang tau hampir
semua tentang keadaanku, kerap kali dia memberiku semangat dan nasihat yang
melegakan, dia juga penolong tiap kali aku kesulitan. He’s the best leader I’ve
ever had.
Zihni Al Hazmi... sosok pria ‘woles’ yang terkenal dengan unik gaya
bicara dan tindak tingkahnya. Setiap kali dia bicara, hampir bisa dijamin aku
pasti tertawa, apalagi dengar kata “cucok”, “bagus”, dan tak ketinggalan
“mantapppp”-nya! Haha... aku pasti akan merindukan itu sekarang. Zihni juga
orang yang paling bisa mencairkan suasana di antara kita, di saat kita lagi
ngebul dan butek di rapat, untung ada Zihni yang membuat rapat kita tambah
ngebul dan butek hahaha. Meskipun begitu, aku melihat niat begitu tulus dari
Bapak yang satu ini untuk terus ada untuk BEM FBS, hanya saja mereka kadang tak
bisa menangkap ‘kodemu’, Pak haha... Anda jangan sombong ya, Pak, kalau nanti
udah enggak seorganisasi lagi.
Almh. Zakiyyah Humairoh... darinya aku belajar banyak hal, tentang
kesabaran, tentang komitmen, tentang ketabahan, tentang tentang dan semua
selalu tentang kebaikan jika mengingat sosok wanita berkulit hitam manis ini.
Benar, dia selalu bersemangat dalam tiap agenda kebaikan, menyebarkan semangat
kebaikan juga untuk orang-orang di sekitarnya. Walaupun tidak sempat lama aku
mengenalnya, tapi izin Allah untuk mengenalkanku lebih jauh soal taat kepada
amanah dan sabar dari sosokmu, Zakiy. Masih teringat jelas ketika kita makan
satu piring berdua di PKMF, aah.. semoga kelak kita bisa saling bercerita lagi
di surga Allah ya.
Fatimah Cahyani... Imah, imeh, timeh, nimeh, haha banyak
sekali panggilannya. Dari Imah aku
belajar banyak hal, lagi-lagi soal sabar. Mendengar kisah Imah siang hari itu
di sekret BEM FBS, betapa aku merasa masih terlalu manja, padahal begitu banyak
segala kenikmatan yang Allah berikan kepadaku. Sementara di depanku, ketika itu ada sosok wanita tegar
luar biasa. Imah tidak pernah menganggap hal susah seperti itu dalam hidupnya
sebagai cobaan, dia berikan contoh kepada aku untuk tetap berjalan dengan
senyum, sesulit apapun kehidupan yang harus dijalani. Darinya aku benar-benar
belajar untuk tidak banyak mengeluh dan jalani saja, percaya Allah pasti akan
menjaga dan tidak akan meninggalkan. Salut sama kamu, Meh :’)
Hesti Rahayuningtyas... aah, tidak tau lagi harus bercerita soal
apa tentang wanita ini, saking banyaknya cerita bersama. She is my partner in crime, the one who can do many “alay” things with
me... Mengenalnya juga sudah cukup lama, sejak awal masuk kuliah dan
berorganisasi. Orang bilang dia Jawa, karena sikapnya yang lemah lembut, tapi aku
tidak melihat ke-Jawa-an dari sosoknya sama sekali, karena dia kadang lebih
alay dari aku haha. Hanya sama Sese inilah, aku bisa langsung beli pulsa untuk
nelfon dia kalau lagi mau cerita. Banyak sekali agenda yang kebetulan kita
selalu dipertemukan, teman sekelas, teman satu lingkaran, teman satu
organisasi, teman satu kepanitiaan. Sampai banyak orang bilang kita mirip(?)
mau gak yah aku dimiripin sama kamu? hahaha...
Hamidah... yang teringat ketika
mendengar nama anak ini adalah, ide-ide segar dan gokilnya yang tak pernah
berhenti mengalir dari seorang pekerja keras seperti Hamidah. Ya, Hamidah
banyak mengajarkanku soal kerja keras dan bertahan di kehidupan Jakarta yang
Subhanallah menantang adrenalin. Apa dah katamu? Kamu pernah mengganti nama facebook jadi “hamidah diamond”? “hamidah
midah e e?” karena katanya namamu terlalu pendek cuma “hamidah”. Tuh cuma Hamidah yang kepikiran nama kaya gitu. Walaupun
lebih banyak bercandanya, aku salut dengan Hamidah yang tetap bisa menempatkan
diri dan menyesuaikan diri dengan situasinya. Midah, jalan-jalan ke Korea yuk?!
Fighting!
Milka Anggun... Anggun persis seperti
namanya. Pertama kali tau dia sebagai Srikandi FBS ketika MPA, dan langsung
bisa menebak dia adalah sosok-sosok wanita perfeksionis kelahiran Januari,
bener kan? Walaupun beberapa kali dia mencoba alay karena aku dengan menjadi co-founder geng Cantik-Cantik-Lupa (CCL)
kita, tapi dia masih belum bisa melampaui kealayan aku, belajar lagi ya, Dek
haha! Milka sosok wanita yang selalu semangat dalam menebar kebaikan, dan
secara tidak langsung dia menstransfer semangatnya sendiri kepada orang lain
agar lebih bersemangat juga. Melihat dia berbicara saja, aku sudah semangat. Semoga
menjadi pemberat amal kebaikan teman aku yang satu ini di akhirat nanti,
aamiin...
Ridha Ahsani... orang bilang alaynya
dia hampir menyamai aku, masasih? Tapi ada benarnya juga, kalau sudah sama
Ridha, aku bisa bebas menceritakan apapun dan tak jarang tertawa sampai perut
kram karena tingkahnya. Banyak yang bilang, kalau sudah Erricha dan Ridha
bertemu, hal ter-absurd sekalipun
mungkin bisa terjadi. Keakraban kami mungkin muncul karena ada beberapa
kesamaan yang kita sukai, suka naik gunung, suka minum nutrisari gak pakai
susu, suka makan ayam penyet, bahkan suka sama dia juga ya, Rid? Haha... Ridha
selalu bersemangat dalam tiap perkataan dan perbuatannya. Dia benar-benar
contoh nyata seorang pemegang komitmen sejati dan seringkali bisa mencairkan
suasana di BEM FBS. Kerudung biru, asik nih hihi...
Lia Amalia Labibah... orang pertama
yang bekerja bareng aku di BEM FBS, ingat kan ketika kita harus bekerja sama di
HPD penyambutan para pendaki? Lia adalah ibu peri menurut aku, dia begitu baik,
sabar, dan senang memotivasi. Dia juga yang selalu memberikan ketenangan di
saat-saat kami panik. Meskipun di tengah-tengah kepengurusan Lia harus berhenti
nge-BEM untuk melanjutkan studi ke Jepang, tapi aku yakin, Lia tidak pernah
segampang itu melepas amanah ini. Pasti ada hal-hal lain yang mungkin lebih
harus diperjuangkan, dan dia sudah melewati masa-masa sulit penuh pertimbangan
untuk sebuah keputusan itu. Aku yakin, sampai kapanpun Lia masih tetap peduli
dengan kami, walaupun kini jauh berada di negeri orang, ya kan Senpai?
Ade Pratama... Ni orang yang paling
inget waktu aku ulang tahun, yang ngucapin pertama gitu pas tengah malam, lagi
begadang ya, De? Hehe... Ade, dengan segala kesibukannya tapi dia masih selalu
menyempatkan waktunya untuk BEM FBS. Kerap kali dia merasa belum memberikan
yang terbaik untuk BEM FBS, tapi menurut aku, Ade berkontribusi untuk BEM
dengan caranya sendiri. Ade juga sosok yang selalu mengapresiasi sekecil apapun
hal yang telah dilakukan oleh teman-temannya. Itulah sebetulnya yang membuat
sosok pria tidak kurus ini begitu istimewa di jajaran BPH kami. He really has his own style, and we all, do
love his style! Jangan pernah merasa kamu hanya menjadi duri di BEM ya, De,
karena kamu aja daging semua kan hahaha
Tirto Dwi Darmawan... Tirto
kuciiiinngggg!! Tirto cicaaaakk!!! Tirto kecoa terbang!!!! Wahahaa.. dibalik
badannya yang besar dan kekar seperti satpam, dan gaya hidup militan plus
pejuang aksi di jalan, ternyata orang ini bisa dengan gampang ngacir kalau udah liat.... kucing!
Untung aja ya, To, polisi pas lo aksi bawanya anjing bukan kucing haha.. Tirto
kerap kali menjadi teman curhat aku ketika bercerita seputar perkuliahan
ataupun internal BEM. Kadang aku dan Tirto merasa memiliki nasib yang sama, sih. Dari dia, aku belajar banyak tentang
arti kesederhanaan dan komitmen untuk terus bermanfaat tanpa pandang lelah. Lulus bareng ye, To, biar bisa curhat di Line
lagi ahaha...

Dan merekalah,
beberapa manusia-manusia hebat dibalik semua kinerja dan pencapaian BEM FBS di
tahun 2014 ini. Aku katakan beberapa, karena memang dibalik kami semua, masih
ada berpuluh-puluh lainnya yang siap menjadi garda terdepan untuk bermanfaat di
fakultas. Mereka semua saling bantu dan bahu untuk menjadi pelayan terbaik bagi
mahasiswa di fakultas merah muda ini. Dari mereka aku sungguh belajar banyak
hal yang tidak pernah kutemukan sebelumnya. Terimakasih untuk menjadi teman
belajar bersama yang begitu mengesankan. Terimakasih telah sama-sama mengukir
pelangi penuh makna di tahun dua ribu empat belasku. Semoga persahabatan kita
dijadikanNya kekal selamanya, agar kelak kita bisa bersama berbincang bersama
di taman surgaNya. Aamiin ya Robbal alaamiin...
0 komentar:
Posting Komentar