Kali ini kami harus berkunjung ke salah satu landmark Korea Selatan, yaitu menara Namsan. Kami berangkat dari Itaewon, menggunakan bus nomor 03 (bus khusus tour Namsan). Biaya menggunakan bus sangat murah sekali, hanya 950 won. Dibanding dengan naik cable car yaitu 9000 won, yaa walaupun memang jelas lebih terbayar dengan pemandangan kota Seoul yang akan didapatkan.
Salam hujan-hujanan :D
Everyone has their own story about rain. Everyone has their own impression about rain. And everyone is free, for liking or disliking RAIN… ^^
Aku suka hujan. Bukan hanya suka, tapi kagum. Hujan adalah fenomena alam yang paling sempurna menurut ku. Ketika awan membawa jutaan partikel air, dan air itulah yang akan menyapa jutaan bahkan milyaran makhluk hidup di bumi.
Aku suka hujan. Suasana yang menyejukkan. Juga aroma khas, hasil ramuan tanah basah, rumput basah, dan semerbak angin, selalu memberi relaksasi tersendiri untukku. Hujan pembawa ribut di kala hening. Hujan pembuat orang “bengong”, dan ada yang mengatakan bahwa "di dalam hujan, ada lagu yang hanya bisa di dengar oleh mereka yang rindu".
Dan ketika hujan menyapaku, inilah yang kunanti. Menjadi “sang penari” hujan, bercengkrama dengan sahabat-sahabatku. Bukan hanya aku, payung-payung pun ikut menari bersama hujan. Tak mau ketinggalan, alas kaki di lepas dan telapak kaki pun ikut menari bersama hujan. Menurutku semua “menari” ketika hujan ada.
Atau… ketika “yang tua” melarangku untuk menyapa sahabat-sahabatku. Aku tetap menikmati mereka meskipun hanya dari atas tempat tidurku, memandang mereka dari balik jendelaku, dan ku lihat mereka memanggilku untuk perang air bersama mereka!
Rintik hujan itu, entah mengapa selalu punya cara untuk memanggil masa lalu. Banyak hal yang sudah aku lakukan bersama mereka. Ketika hujan menyapa, aku teringat saat latihan dance yang katanya agak "erotis", terjatuh saat main futsal, tertimpa bola saat main basket, atau bahkan menggelar konser tunggalku di tengah lapangan dengan kain pel. :D
Dan ketika mereka pergi, mereka selalu meninggalkan buah tangan berupa butiran-butiran mengagumkan pada setiap helai daun atau rerumputan. Butiran bening itu menandakan akan arti pentingnya, "setitik harapan bagi kehidupan". Terkadang pelangi muncul, seakan pertanda bahwa , “dalam setiap kesedihan, pasti akan ada kebahagiaan”.
Perjalanan keempat (Namsan Tower dan Namdaemun Market)
Kali ini kami harus berkunjung ke salah satu landmark Korea Selatan, yaitu menara Namsan. Kami berangkat dari Itaewon, menggunakan bus nomor 03 (bus khusus tour Namsan). Biaya menggunakan bus sangat murah sekali, hanya 950 won. Dibanding dengan naik cable car yaitu 9000 won, yaa walaupun memang jelas lebih terbayar dengan pemandangan kota Seoul yang akan didapatkan.
Perjalanan ketiga (Han River and Rainbow Fountain)
21 Mei 2014
Sore ini, kami sempatkan pergi ke Sungai Han untuk melihat air mancur pelangi. Sungai Han adalah sungai terpanjang dan terbesar di Seoul. Sungai ini memisahkan distrik Seoul bagian downtown dan bussiness.
Cara menuju kesana dari Gangnam adalah melalui Seoul Natl. University of Education lalu turun di Express Bus Terminal Station. Cukup dekat memang hanya satu stasiun. Setelah itu berjalan agak lumayan jauh, melewati komplek apartemen, pasar ikan, hutan, terowongan (ini bukan lebay, tapi memang benar), dan setelah itu perjalanan cukup jauh tersebut terbayar dengan keindahan Sungai Han.
Perjalanan kedua (Masjid Seoul dan Istana Gyeongbokgung)
Perjalanan Pertama (Gangnam exploration)
Bismillahirrahmanirrahim...
Alhamdulillah, segala puji dan syukur selalu kupanjatkan kepada Maha Baik Allah SWT yang selalu memberikan nikmat dan karuanianya kepadaku, tak peduli seberapa bandelnya aku, seberapa seringnya aku luput dari perintahnya, tapi Dia selalu baik, Maha Baik Allah SWT...
15 Mei 2014,
Maha Baik itu berikan aku kesempatan untuk menginjakan kaki di tanah Korea Selatan, untuk mengikuti Korea International Women's Invention Exposition (KIWIE) 2014. Menginjakan kaki di negeri yang saat ini sedang menjadi perbincangan karena drama dan K-Popnya.

