Assalamualaykum pemirsah!
Setelah sempat tertunda untuk nulis soal negeri berikutnya yang gue datangi karena memang lagi agak sibuk pakai banget akhir-akhir ini, Alhamdulillah minggu pagi ini punya waktu luang untuk menuliskan pengalaman gue berikutnya menjajakan kaki di Negeri Gajah Putih. Let's check this out!
Alhamdulillah, lagi-lagi Allah masih sangat baik mengizinkan gue menapakan kaki di belahan bumi lain milikNya. 1-8 Februari 2016, gue berkesempatan pergi ke Thailand. Gue memilih tinggal di Apartemen Thomson Residence daerah Bangna, Bangkok, karena durasi stay gue yang emang cukup lama. Dan gak nyesel, karena apartemennya keren banget!! *norak*
Oke, Thailand punya cukup destinasi bagus sebetulnya buat didatengin. Gue di tawarin beberapa destinasi tour dari penyelenggara. Ada paket tour ke Royal Grand Palace, Kebun Binatang + floating market, atau Pattaya tour naik gajah Thailand gitu. Dan gue memilih yang pertama, karena emang penasaran banget sama Royal Grand Palace-nya Raja Thailand ini (yang gak sembarang orang bisa masuk). Nah berhubung acara gue kali ini penyelenggaranya adalah dari pemerintah Thailand, jadi, untuk yang ikut tour ini dikasih semacam free pass gitu untuk ngeliat Royal Grand Palace. Yippi!!!
Meeting pointnya di tempat acara kemarin yaitu Bangkok International Trade and Exhibition Center (BITEC) di Bangkok. Untungnya, waktu Bangkok dan Jakarta gak ada bedanya, jadi gue gak mengalami kesulitan bangun pagi hahaha. Well, kalau kalian mau tau Bangkok itu kayak apa, ada dua sisi yang bisa gue gambarkan.
Pertama, sisi Bangkok di kala pagi-siang hari yang gak beda jauh ama Jakarta. Macet, panas, crowded, polusi, dan berantakan, iya banget. Hanya di daerah-daerah tertentu aja kayak daerah jalan-jalan protokol (kalau di Bangkok kawasan sekitar Royal Grand Palace) yang rapih dan tertata.
Kedua, sisi Bangkok di kala malam-dini hari dengan night life club yang gak berhenti-henti musiknya, "laddy boy" alias "sissy" alias "banci", salah satu icon Thailand selain Gajahnya juga baru pada akan keluar nih biasanya di atas jam 8 malam. Pernah satu kali berada sangat dekat dengan banci Thailand waktu pas lagi beli makan malam di sevel, nelen ludah plus dalam hati ngomong, "Gila, banci kok lebih cantik dan lebih mulus dari gue ya T.T disitu kadang saya merasa sedih". Tapi banci Thailand itu menurut gue well-educated gak kayak banci-banci di Jakarta yang terkesan 'alay' dan suka nyolek-nyolek abis itu ngamuk karena gak dikasih uang. Serius, banci-banci di Thailand itu, menurut gue sangat anggun, atau oke, kalau kalian ga setuju gue bilang banci Thailand itu anggun, setidaknya banci disana itu lebih bisa 'jaga image sebagai banci'. Banci di Thailand berkelakuan dan diperlakukan layaknya manusia dengan gender normal, wanita dan laki-laki. Mereka terlihat normal berbelanja di convenient store, mengendarai mobil, jalan-jalan, dan jangan kalian bayangin kalau banci disana megangnya kecrekan ama radio sumbang. NO, guys! Banci disana nyari uangnya bukan dengan nyanyi dari toko ke toko atau colek mas-mas yang bikin kita ilfeel dan geli. Gue gatau pasti sih gimana cara mereka nyari uang, tapi yang jelas pegangan mereka emang kece, iphone, mobil, tas mewah (ya walaupun gue gatau apakah itu branded atau KW) tapi setidaknya dari situ bisa terlihat banget banci disana itu beda, makanya tadi gue bilang anggun dan well educated. Gue curiga sih mungkin ada semacam sekolah pendidikan banci di Thailand untuk mencetak banci-banci professional. Karena keinget temen gue yang orang Thailand pernah bilang gini, "banci di Thailand itu juga sudah menjadi salah satu daya tarik wisata Thailand, apalagi di daerah pantai kayak Pattaya, bancinya lebih berkualitas lagi," Tuh guys, banci aja senantiasa memperbaiki diri untuk menjadi lebih berkualitas :D
Oke, selesai ngomongin bancinya. Kita balik lagi ke acara tour gue. Jadi beberapa tempat yang bakal didatengin adalah Royal Grand Palace (istana Raja plus kompleks kerajaan Thailand), Wat Phra Kaeo (candi Budha yang didalemnya ada patung Budha tertua dan terbesar di Bangkok), Rattanakosin Exhibition Hall (semacam musem gitu - calon tempat gue untuk tidur), lalu Siam Square (mall yang cukup berkelas di Bangkok, macem Pacific Placenya Jakarta).
Dan setelah melalui kemacetan Bangkok di pagi hari, akhirnya gue sampailah di Royal Grand Palace yang ternyata penuh dan sesak banget sama orang-orang yang ntah mau ngapain, padahal itu hari Kamis. Singkat cerita, karena tour gue langsung di bawah pemerintah Thailand, akhirnya kita cuma cukup berdesak-desakan dan berpanas-panasan banget (asli, panasnya Bangkok ngelebihin Jakarta), dan kita langsung bisa masuk ke lingkungan istana. Tour guide gue membawa kita ngelilingin seluruh istana dan gue dengan sabar mendengarkan penjelasan dia (untungnya tour guide gue bisa bahasa Indonesia, jadi gak perlu kernyit dahi berkali-kali karena harus mendengar bahasa Inggrisnya orang Thailand yang bikin gue intropeksi diri sama kuliah yang udah gue ambil selama empat tahun).
Oh ya, warna kuning di Thailand itu melambangkan Raja, maka jangan heran kalau di sepanjang jalan Thailand banyak detail arsitektur kuning atau bendera-bendera kuning (bukan karena ada yang meninggal yak x_x). Lalu, karena Thailand itu sejarahnya adalah satu-satunya negara di ASEAN yang gak pernah dijajah bangsa manapun, maka disini (kata temen gue yang orang Thailand lagi), kalau rakyat ada dengar lagu kebangsaan Thailand dikumandangkan, WAJIB hukumnya buat berdiri dan hormat ala Thailand. Gak ada alasan, apapaun aktifitas yang lagi dilakuin orang itu -bahkan bercandaan temen gue sekalipun dia lagi berada di toilet-, dia harus tetap hormat, kalau ketahuan gak hormat, wah bakal ada hukumannya. Raja di Thailand pun disini benar-benar melambangkan kekuatan dan penghormatan, lo bakal liat hampir di semua tempat, acara, bahkan terkadang di barang-barang tertentu, ada foto Raja Thailand. Makanya beberapa hari lalu pas ada berita Raja Thailand meninggal, sampai dijadikan hari libur Nasional selama beberapa hari karena memang dianggap masa berkabung nasional #salut!









0 komentar:
Posting Komentar