setiap orang yang ku temui,
setiap orang yang ku dengar pembicaraannya,
setiap orang yang duduk di sebelahku kapan pun itu,
dan setiap orang yang memiliki kehangatan dihatinya, tentu menyukai HUJAN...
“hujan…”
Ada orang yang membencimu ketika kamu datang.
Karena mereka harus menghentikan kegiatan mereka.
Kadang kamu di jadikan alasan untuk membatalkan janji mereka.
Dan ada yang mengatakan kamu itu merugikan, menyebalkan.
Tapi, itu berbeda untuk aku..
Aku suka ketika langit mendung…
mulai bergemuruh kecil… dan akhirnya turunlah sebuah air rintik rintik… ya kamu!
Ku ulurkan tanganku untuk menyentuhmu.
Ku pandangi langit, asal tempatmu turun.
Entah kenapa, ketika menyapamu,
ada perasaan menyenangkan, sehinga selalu ingin menyentuhmu…
“hujan itu ngebosenin...”, begitu kata mereka
Justru karena ngebosenin kita jadi bisa berpikir kemana-mana.
Awalnya dari bengong, terus memikirkan sesuatu...
Memikirkan masa depan, atau orang yang kita sayang…
Ketika hujan… banyak petani yang bersyukur untuk sawah dan ladangnya.
Ketika hujan... seorang ayah mengurungkan niatnya untuk meninggalkan rumah
dan lebih memilih berkumpul bersama keluarga.
Ketika hujan biasanya kita bisa berpikir jernih dan sedikit santai, inspirasi pun bermunculan…
“Apa yang kamu pikirkan ketika hujan?”
Ketika hujan aku biasanya memikirkan orang-orang yang aku sayang.
Sambil berpikir, mungkin orang yang aku sayang juga sedang memikirkan aku.
Atau juga memutar ulang lagi kenangan indah bersama mereka…
“hujan itu lucu dan unik menurutku…”
Ya lucu… karena terkadang datang tiba tiba..
Mendadak sampai sampai tidak ada persiapan..
Menimbulkan jutaan mulut mengatakan, ” yaah hujan”
hahaha… entah kenapa aku justru senang kala mendengar keluhan itu…
Unik… karena mempertontonkan berbagai kegiatan orang…
Kadang aku sering mengamati dari jendela..
Melihat orang berlari sambil hujan hujanan kemudian berteduh, menunggu sampai kedinginan
Ada juga anak anak yang sengaja bermain hujan hujanan sambil tertawa..
Ada orang yang tergesa gesa karena mungkin sudah memiliki janji jadi tidak mempedulikan hujan membuatnya basah kuyup…
“hujan itu menyenangkan”
Setiap kali pulang kehujanan, Ayah pasti mengomel.
Mengapa tidak menungu hujan reda.. mengapa tidak menelepon minta jemput.. mengapa tidak naik taksi mengapa tidak pake payung dan bla bla bla…
Aku hanya tersenyum…
Karena itu saat saat yang aku rindukan..
“Kapan lagi udah besar gini di omelin…”
Itu alasanya kenapa aku suka hujan..
0 komentar:
Posting Komentar